kejari cilacap
Live
wb_sunny

Breaking News

Kejari Clacap Selidiki Kasus Korupsi Pembangunan Pasar Sampang

Kejari Clacap Selidiki Kasus Korupsi Pembangunan Pasar Sampang

Cilacap—Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap, Jawa Tengah, masih menyelidiki kasus pengambilalihan pembangunan Pasar Sampang yang diduga mengakibatkan kekosongan kas daerah Kabupaten Cilacap sebesar Rp7,5 miliar. “Hingga saat ini kami masih menyelidiki kasus tersebut, belum sampai pada penyidikan,” kata Kepala Kejari Cilacap M Yamin RS di Cilacap, Jumat.
Menurut dia, Kejari Cilacap masih mengumpulkan barang bukti sehingga belum ada saksi maupun tersangka untuk kasus tersebut. “Kami masih mengumpulkan barang bukti sehingga belum bisa ceritakan sekarang. Nanti kalau sudah masuk penyidikan, kami pasti akan beberkan semuanya,” kata Yamin.
Kendati masih diselidiki, kasus pengambilalihan pembangunan Pasar Sampang ini mencuat dalam sidang lanjutan kasus korupsi Rp20.722.270.169 dengan terdakwa Bupati Cilacap (nonaktif) Probo Yulastoro di Pengadilan Negeri Cilacap, Kamis (3/12), yang menghadirkan saksi mantan Sekretaris Daerah Cilacap Sayidi.
Dalam keterangannya, Sayidi mengatakan, salah satu penyebab kekosongan kas daerah adalah karena dananya digunakan untuk pengambilalihan pembangunan Pasar Sampang tanpa melalui proses APBD.
Menurut dia, peristiwa itu terjadi saat dirinya menjabat Kepala Dinas Pendapatan Daerah Cilacap sejak 31 Desember 2002, bersamaan dengan pelaksanaan pembangunan Pasar Sampang. “Akan tetapi pelaksana pembangunan pasar tersebut yakni PT Kencana Tunggal Bina Karya kehabisan dana sehingga direkturnya (Soedarno --sekarang anggota DPRD Cilacap--, red.) melapor ke bupati dan meminta pinjaman dana. Kemudian bupati mengalihkan pembangunan Pasar Sampang ke CV Adya Anotama,” katanya.
Menurut dia, dana sebesar Rp7,5 miliar yang digunakan untuk pembangunan pasar tersebut diambil dari kas daerah. Pernyataan Sayidi tersebut muncul setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gatot Guno Sembodo mengungkapkan kekosongan kas daerah yang mencapai Rp10,8 miliar.
Perdebatan antara Sayidi dan Gatot Guno Sembodo akhirnya dihentikan oleh Ketua Majelis Hakim Solahudin karena masalah aliran dana sebesar Rp7,5 miliar dari kas daerah tersebut tidak ada dalam dakwaan.
Saat majelis hakim memberi kesempatan kepada terdakwa untuk menanggapi keterangan saksi, Probo mengatakan ada kesalahan dalam keterangan Sayidi. “Sekali lagi saya sampaikan, demi Allah saya siap disumpah, ide untuk mengeluarkan dana Rp7,5 miliar untuk membayar Pasar Sampang itu berasal dari saksi Sayidi,” katanya.
Pasar Sampang yang ludes terbakar pada 9 Oktober 2001 mengakibatkan 929 pedagang kehilangan seluruh barang dagangannya dan pasar tersebut kembali dibangun pada 28 Maret 2002 di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Cilacap seluas 6.325 meter persegi.
Bangunan pasar baru tersebut terdiri atas dua lantai dengan jumlah kios 348 buah di lantai satu dan 744 kios serta los di lantai dua. Pembangunan pasar itu menghabiskan dana sekitar Rp15,8 miliar. s
Sumber: antarajateng.com, Sabtu, 05 Desember 2009

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

Posting Komentar