kejari cilacap
Live
wb_sunny

Breaking News

Proyek Simpemdes Cilacap Rugikan Negara Rp7,6 Miliar

Proyek Simpemdes Cilacap Rugikan Negara Rp7,6 Miliar

foto: ilustrasi
Cilacap—Proyek sistem informasi manajemen pemerintahan desa (Simpemdes) yang dibiayai dengan dana dari alokasi dana desa (ADD) Kabupaten Cilacap 2008 mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp7,6 miliar.
“Jumlah kerugian negara tersebut diketahui dari hasil akhir audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Tengah,” kata Kepala Kepolisian Wilayah Banyumas Komisaris Besar Muhammad Ghufron melalui Kepala Subbagian Reserse Kriminal Komisaris Polisi Syarif Rahman di Purwokerto, Minggu.
Menurut Syarif, hasil audit tersebut akan ditindaklanjuti dengan melengkapi berkas perkara untuk beberapa tersangka. Akan tetapi tidak disebutkan siapa saja yang bakal menjadi tersangka dalam kasus tersebut. “Nama tersangka akan kami sampaikan setelah yang bersangkutan diperiksa. Gambarannya adalah mereka yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ditambah beberapa orang yang sudah atau belum kami periksa sebagai saksi,” jelasnya.
Kasus dugaan penyimpangan ADD 2008 Kabupaten Cilacap mencuat ketika dana yang seharusnya diterima utuh Rp100 juta tiap desa, dialokasikan secara sepihak oleh pemerintah kabupaten (pemkab) setempat untuk mendanai proyek Simpemdes.
Dalam proyek tersebut dilakukan pengadaan komputer bagi 269 desa dari 284 desa/kelurahan senilai Rp48 juta per desa yang diambil dari ADD. Secara keseluruhan proyek itu menelan anggaran Rp13 miliar lebih.
Dugaan korupsi muncul setelah uang Rp48 juta per desa hanya untuk biaya pelatihan perangkat desa dan pembelian satu unit komputer beserta aplikasi pendukung, satu unit printer laser, satu unit UPS, dan meja komputer bagi setiap desa.
Namun para kades mengaku tidak pernah mendapatkan pendampingan dalam penggunaan komputer sehingga piranti tersebut dibiarkan begitu saja tanpa ada yang bisa menggunakan.
Terkait kasus ini, Polwil Banyumas telah menahan seorang staf Bagian Pembangunan Setda Cilacap Suyatmo sejak 22 Juli 2009 karena diduga sebagai broker pengadaan barang dalam proyek tersebut.
Sebelumnya, seorang Direktur CV Indosoft Jakarta yang menjadi rekanan dalam proyek tersebut, Dedy Firmansyah, ditahan sejak Kamis (5/6).
Selain dua orang tersebut, Polwil Banyumas juga menetapkan dua tersangka lain yakni Dangir Mulyadi (mantan Kepala Bagian Pemerintahan Desa Setda Cilacap) dan Yuliaman (Camat Bantarsari).
Sementara dari pemeriksaan dan evaluasi yang dilakukan penyidik Polwil, diketahui sekitar 70 persen dari total anggaran tersebut dibagikan kepada pejabat desa hingga eksekutif dan legislatif, sebagai ucapan terima kasih hingga dalih untuk biaya operasional pejabat. (Sumarwoto)
Sumber: antarajateng.com , Senin, 07 Desember 2009
Sumber Foto:
 mw2.google.com

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar