kejari cilacap
Live
wb_sunny

Breaking News

Empat Tersangka Kasus TPPU Narkotika Dilimpahkan ke Kejari Cilacap

Empat Tersangka Kasus TPPU Narkotika Dilimpahkan ke Kejari Cilacap

Kejari Cilacap - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, Senin (7/5) siang, melimpahkan empat tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap.

Pelimpahan dilakukan sekitar pukul 12.30 WIB. Tiga dari empat  tersangka merupakan tahanan Lapas Pekalongan. Sementara satu tersangka merupakan pemilik rekening yang dipakai untuk menjalankan aksi pencucian uang tersebut.

Kepala Bidang Pemberantasan pada BNN Provinsi Jateng AKBP Suprinarto mengatakan, para tersangka ini tersangkut TPPU Narkotika dan merupakan jaringan narkotika Christian Jaya Kusuma alias Sancai, juga melibatkan mantan Kepala KPLP Lapas Nusakambangan, Cilacap dan Kepala KPLP Lapas Kelas II-B Purworejo berinisial CAS.

Narto - panggilan akrab Suprinarto - menambahkan mereka dilimpahkan ke Kejari Cilacap karena penyelidikan tahap kedua ini dinyatakan lengkap alias P-21 oleh jaksa peneliti dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah.

"Peran empat tersangka ini berbeda-beda. Christian Jaya Kusuma alias Sancai merupakan pengendali utama bisnis haram ini," terang Narto.

Berikutnya, ucap dia, Charles Cahyadi adalah orang yang menangani m-banking Sancai untuk atas nama Saniran.

"Saniran ini yang membantu membuka rekening BCA, BRI, dan Bank Mandiri yang dipakai Sancai untuk menampung bisnis narkotika," katanya.

Sementara CAS, mantan Kepala Rutan Kelas II-B Purworejo menerima aliran dana dari Sancai untuk kepentingan sendiri dengan akumulasi sebesar Rp 313.500.000.

Adapun barang bukti (BB) yang diserahkan antara lain rekening BCA, BRI, Bank Mandiri atas nama Saniran, rekening BCA atas nama Suhartinah, rekening BCA atas nama Suwarso, uang tunai sebesar Rp 400 juta, dua batang emas dengan berat masing-masing 1 kg 350 gr dan 850 gr, satu buah televisi, sepasang sepatu merk terkenal, dua kalung kesehatan, HP, dan identitas diri.

Selanjutnya dijelaskan bahwa keempat tersangka ditangkap oleh BNN Provinsi Jateng pada Januari 2018, setelah dilakukan pengembangan terhadap perkara peredaran narkotika yang dilakukan Sancai pada Rabu (8/11/2017) lalu di Semarang dengan BB 800 gr sabu.

"Saat itu Sancai sudah divonis penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (3/5) kemarin," jelas Narto.

Keempat tersangka akan dijerat dengan Pasal 3, 4, 5, dan 10 UU No 8 Tahun 2010 tentang TPPU dan Pasal 137 UU No 35 Tahun 2001 tentang Narkotika, serta hukuman maksimum 15 tahun penjara.

Ditanya aset Sancai, Narto mengatakan sekitar Rp 1 miliar lebih. "Itu dari emas dan uang tunai," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum pada Kejari Cilacap M Rosyidin mengatakan pihak Kejari Cilacap telah menerima tanggung jawab perkara TPPU atas nama Charles Cahyadi dan kawan-kawan.

"Empat tersangka dalam kasus ini masing-masing Charles Cahyadi, Saniran, Cahyono Adi Satrianto (CAS) yang juga mantan Kepala KPLP Lapas Narkotika Nusakambangan, dan Christian Jaya Kusuma selaku pelaku utama dalam perkara ini," tuturnya.

Dari empat tersangka, imbuh Rosyidin, tiga tersangka dititipkan di Rutan Cilacap, sementara satu tersangka yakni Sancai karena masih menjalani perkara di Banjarmasin, dititipkan di Lapas Batu, Nusakambangan.

Disinggung kapan pelimpahan ke PN Cilacap, Rosyidin menerangkan menunggu 20 ke depan sejak diterimanya pelimpahan, Senin (7/5).

"Namun, kita akan berusaha mempercepatnya jadi 10 hari ke depan," tegas dia.

Tentang aliran dana ke CAS, dia menjawab Rp 31 juta tetapi tersebar dalam beberapa rekening. "Nggak sampai Rp 1 miliar, ratusan juta, tapi mendekati Rp 1 miliar," tandasnya.

Terkait jaksa yang akan mendakwa tersangka, Rosyidin menyebutkan dua jaksa dari Kejati Jateng dan dua dari Kejari Cilacap. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar